KEBOBOLAN! Gerbang Internasional Belawan yang Dikelola Pelindo Dibobol Penyelundup 1,18 Ton Narkoba Jenis Ketamine
KAPOLRI TINJAU 1,18 TON KETAMINE DI BELAWAN: Ketua WJMB Irwansyah Apresiasi Polri, Soroti Keamanan Pelabuhan Internasional Belawan yang Dikelola Pelindo*
*MEDAN BELAWAN - TIM AWAK MEDIA |* Pelabuhan Internasional Belawan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 1 kini jadi sorotan tajam publik.
Bagaimana tidak, pelabuhan berstatus internasional sebagai gerbang utama Sumatera Utara itu *KEBOBOLAN* masuknya barang haram narkoba jenis Ketamine seberat *1,18 TON* atau 1.180 Kilogram yang diangkut Kapal Tanker *MT. GLOBAL 168* berbendera Mongolia.
Kapal dengan 59 karung ketamine tersebut diamankan di Dermaga Kade 002 Pelabuhan Bandar Deli Belawan pada Rabu, 21 Oktober 2026 oleh tim gabungan Bareskrim Polri, BNN RI, Bea Cukai, TNI AL dan Polda Sumut.
Jumat, 23 Oktober 2026, Kapolri *Jenderal Pol. Dr. (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., http://M.Si.* turun langsung meninjau barang bukti di Belawan bersama Kabareskrim Komjen Pol Asep Safrudin, Dirjen Bea Cukai Letjen (Purn) Djaka Budhi Utama, Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, Gubernur Sumut M. Bobby Nasution, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hendy Antariksawan dan BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho.
Petugas mengamankan 8 awak kapal terdiri dari 7 WNI dan 1 Kapten WNA Taiwan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Jurnalis Medan Bersatu (WJMB), *Irwansyah Putra*, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian.
"Kami dari Perkumpulan Wartawan Jurnalis Medan Bersatu (WJMB) memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Bapak Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, Bareskrim Polri, BNN, Bea Cukai, TNI AL dan Polda Sumut yang telah berhasil menindaklanjuti dan menggagalkan masuknya 1,18 Ton Ketamine ke Indonesia melalui Selat Malaka - Belawan. Ini bukti komitmen Polri perang melawan narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa," ujar Irwansyah Putra.
Namun, Irwansyah juga menyoroti aspek keamanan di Pelabuhan Internasional Belawan.
"Kejadian ini menjadi alarm keras. Bagaimana barang haram 1,18 Ton bisa masuk hingga ke dermaga Pelabuhan Internasional yang dikelola Pelindo? Ini yang harus jadi evaluasi bersama. Pengawasan di gerbang internasional tidak boleh kendor. Sinergi CIQ, KSOP, dan Pelindo sebagai pengelola pelabuhan harus diperketat," tegas Irwansyah.
WJMB mendukung penuh langkah tegas Kapolri dan berharap pengusutan tidak berhenti pada 8 ABK, tetapi dibongkar sampai ke bandar besar jaringan internasionalnya.
*Redaksi*






Tidak ada komentar:
Posting Komentar